Gemuhblanten, Kendal. Sebanyak 15 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 175 melakukan kerja bakti dengan membersihkan dan mengecat Tugu Ayam Buras di Desa Gemuhblanten, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Minggu-Senin (9-10/8/2026). Kegiatan kerja bakti diawali pada Minggu (9/8/2026) dan dilanjutkan pada Senin (10/8/2026).
Tugu Ayam Buras diketahui telah berdiri sejak 6 Januari 1987. Keberadaan tugu tersebut berkaitan dengan kebiasaan masyarakat setempat yang sejak dahulu banyak memelihara ayam. Kepala Dusun 2 Desa Gemuhblanten, Mugiyanto, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. Ia menilai kerja bakti tersebut memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menjadi bentuk perhatian mahasiswa terhadap keberadaan Tugu Ayam Buras.
“Dari desa maupun masyarakat mengapresiasi sangat baik sekali. Terima kasih dengan adanya kerja bakti ini,” ujar Mugiyanto.
Menurut Mugiyanto, Tugu Ayam Buras merupakan salah satu ikon Desa Gemuhblanten yang keberadaannya perlu terus dirawat. Ia berharap kondisi tugu dan lingkungan di sekitarnya dapat dijaga agar tetap rapi dan tidak terbengkalai. Bagi Mugiyanto, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk kenang-kenangan mahasiswa KKN selama berada di Desa Gemuhblanten. Ia berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dari kehidupan masyarakat selama menjalankan KKN.
“Semoga Mbak dan Mas-Mas KKN setelah pulang dari desa ini menjadi lebih tahu dengan kegiatan di desa, apa-apa yang ada di desa. Semoga menjadi anak-anak yang sukses dan menjadi orang baik semua,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari Slamet Margono, warga yang tinggal di sekitar Tugu Ayam Buras. Ia mengatakan kegiatan kerja bakti tersebut bermanfaat karena kegiatan serupa di sekitar lokasi tidak terlalu sering dilakukan. Slamet mengaku senang melihat mahasiswa KKN turun langsung membersihkan dan mengecat tugu. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan perhatian terhadap lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan warga sekitar.
“Saya puas lah. Karena saya sudah tua. Melihat anak-anak mau kerja di sini kan puas, senang,” katanya.
Ia berharap setelah dicat, Tugu Ayam Buras dapat terlihat lebih baik dan menjadi kenang-kenangan dari mahasiswa KKN bagi masyarakat setempat.
“Nanti kalau sudah bagus kan bisa buat kenang-kenangan. Terima kasih dari warga,” tuturnya.
Kegiatan pengecatan Tugu Ayam Buras diharapkan tidak hanya memberikan perubahan pada tampilan tugu, tetapi juga meningkatkan perhatian terhadap pemeliharaan lingkungan di sekitarnya. Bagi mahasiswa KKN, kerja bakti tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi sederhana yang dapat diberikan selama menjalankan pengabdian di Desa Gemuhblanten Kabupaten Kendal.
Penulis: Tim KKN MIT UIN Walisongo Posko 175 Desa Gemuhblanten, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal
Editor: Perangkat Desa Gemuhblanten
Share :