Gemuhblanten, Kendal – Ditengah gencarnya narasi kebhinekaan, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisngo Semarang Posko 175 justru membuktikan bahwa toleransi dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Bertempat di Gereja Pantekosta Gemuhblanten, mereka menggelar kerja bakti yang melibatkan mahasiswa KKN UIN Walisongo, pengurus gereja dan warga setempat, Minggu (16/08/2026).
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari toleransi dan penguatan persaudaraan antaragama (ukhuwah insaniyah)
Pengurus Gereja yang diwakilkan Bapak Samuel menyambut dengan antusias agenda kerja bakti yang dilakukan Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang. Menurutnya kegiatan ini membuktikan bawa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling peduli dan membantu.
“Saya menyambut baik, kalian mau kesini itu berarti kalian menganggap kami juga saudara”, ujarnya.
Kordinator KKN MIT Posko 175, Faza Kaunain, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja yang bernama “Bersama untuk Rumah Ibadah”
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Walisongo, dengan branding moderasi beragama, hadir bukan hanya untuk masyarakat Islam, namun untuk semua agama”, katanya.
Kegiatan kerja bakti ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya merawat nilai-nilai gotong royong yang mulai tergerus zaman. Melalui aksi nyata seperti ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 175 tidak hanya mengajarkan, namun juga secara langsung menghidupkan kembali semangat kebersamaan kerukunan beragama.
Setelah kerja bakti usai, kegiatan dilanjutkan dengan sharing discussion dan kerja bakti ini pula yang membuktikan kegiaatan ini bukan hanya membersihkan tempat ibadah semata, namun juga merawat persaudaraan yang akan terus hidup di hati setiap warga.
Penulis: Tim KKN MIT UIN Walisongo Posko 175
Editor: Perangkat Desa Gemuhblanten
Share :